Perkenalkan Kehidupan

    Perkenalkan Kehidupan Rupanya aku baru tersadar Perjalanan hidup tidak terbatas Keras Beringas Mengaung ngaung tidak karuan Terus menghantam mereka yang sudah tergeletak di jalanan Tanpa peduli Terus hantam terus   Hari ini aku terpukul Mendengar keluh sahabatku Bekerja sedari pagi hingga maghrib Tanpa menggenggam uang barang sebiji   Tersentak semangat ku hilang Bagaikan…

Filosofi Kayuh Kaki

                Aku teringat suatu ketika saat Sekolah Dasar menjadi pendidikan tertinggi ku. Kala itu sering kali Ibu menjemput ku pulang sekolah dengan sepeda pinjaman. Mengayuh pelan melewati jalan tanah yang membelah sawah. Di bonceng di belakang, dengan dudukan besi yang membuat pantat siapa saja terasa sakit. Namun aku tak pernah mengeluh, karena di depan ku…

Terhempas

                Tersentak angan pikiran ku terhempas. Ke suatu masa yang aku belum pernah berada di dalam nya. Mencoba membayangkan dan merasakan, kehidupan lalu yang jauh. Ya kira kira saja dua sampai tiga tahun setelah Indonesia Merdeka.                 Ketika aku membayangkan masa itu, hatiku terasa seperti sepi, atau damai, atau melas, aku tidak tahu pasti. Aku…

Terlunta (Episode ke 1)

   Karmin Susonoloyo akhirnya lahir. Setelah dunia ini menginjak umur ke 1965 tahun masehi, perlahan kepala Karmin mulai keluar dari rahim Ibunya. Masih empuk dan rapuh. Bapak nya tidak ada disana saat Karmin sedang berada dalam perjalanan menuju dunia. Padahal semua orang tau, bapak nya Karmin lebih dari satu. Asalkan mereka punya uang dan kesepakatan…

Anak Kecil

Aku melihat Di lampu merah jalan Anak kecil bermain gitar Nyanyikan lagu Tengadahkan tangan   Aku melihat Di emperan toko pintu tertutup Tengah malam hari Anak kecil tidur Tak beralas Tak peduli   Aku bersaksi Anak anak kecil Terusir Dari jalanan Entah kemana Entah apa Tiada yang mau tau   Aku teringat Masa kecil ku…

Malam Sepi

Tentu saja di puisi ini ada cinta Apa lagi yang bisa ku tulis Saat isi kepala ku sepenuhnya tentang mu   Taukah kamu Kenapa Bulan tak bersinar terang di pagi hari? Tentu saja karena Bulan sadar diri Bahwasanya saat kau terbangun Keindahan di dunia ini sudah lebih dari cukup   Teruslah berbicara kepada ku Apa…

Dua Puluh Empat

    Dua Puluh Empat Aku tidak bisa diam saja Melihat kawan ku berpuisi untuk mu Aku cemburu Aku takut kau lebih mencintainya dari pada ku   Telah lama aku bersamamu Satu tahun kira kira   Dari usiamu yang hari ini dua puluh empat Jika kau seorang wanita Maka kau sedang berada pada puncak pesona…

Banyusumurup

  Banyusumurup (Air yang memancar menyala)   “Tulisan ini adalah janjiku kepada seseorang yang akan kuperkenalkan kepada mu nanti”               Aku adalah salah satu anggota Lembaga Pers Mahasiswa “Profesi” Fakultas Teknologi Industri – Universitas Islam Indonesia. Pada hari Sabtu (4 Juni 2016) yang lalu, bersama Pemimpin Redaksi LPM Profesi aku mendampingi tiga anggota magang…