Korban Pembangunan

            Hari ini Simul sedang ingin berjalan kaki seorang diri. Ketika mendung sisa hujan lebat sedang tertiup angin. Tidak terlalu tinggi, di bawah puncak bukit yang dihiasi candi. Tanah yang dari liat becek dan basah, membuat sandal jepit Simul harus kerja ekstra keras. Kadang ia tak mampu, harus tercekik jerat hingga putus. Dengan paku dan…

Surat untuk Adinda

            Selamat pagi Adinda, semoga pak pos tua yang bersepeda tak terlambat sampaikan surat ini. Jikalau memang benar terlambat maklumilah dia, Adinda. Anaknya banyak, istrinya baru saja minggat, tak betah dengan gaji yang hanya sekedar lewat lalu pergi lagi untuk mebayar hutang. Adinda, banyak banyak ingin aku bicara padamu, apapun, jadi jangan bosan.             Adinda,…

Kawan

Kopi hitam panas Di segelas plastik air mineral bekas Milik kapitalis luar negeri Yang merangsek Ibu Pertiwi Berputar putar bergantian Di minum dua kawan ku Di beranda saksi kehidupan Anak muda yang sok berdialektika Ku ayunkan jemari Pada senar gitar yang putus satu Lahirkan nada Nyanyikan lagu bersama Tak peduli sumbang Hanya terus teriakkan Apa…

Teruntuk Bapak Mu Yang Tak Merestui Ku

            Pak, aku adalah Samidi. Lelaki yang kau usir kemarin malam. Kau lemparkan sepeda karat ku keluar dari halaman. Rongsokan yang telah ku kumpulkan sedari pagi tersebar bagaikan bangkai pesawat karam. Kardus di utara, kaleng bekas menggelinding berisik ke selatan, sak semen melayang.                  Pak, aku adalah rakyat kecil yang mencintai anak mu. Ku…