Kawan

Kopi hitam panas
Di segelas plastik air mineral bekas
Milik kapitalis luar negeri
Yang merangsek Ibu Pertiwi
Berputar putar bergantian
Di minum dua kawan ku
Di beranda saksi kehidupan
Anak muda yang sok berdialektika
Ku ayunkan jemari
Pada senar gitar yang putus satu
Lahirkan nada
Nyanyikan lagu bersama
Tak peduli sumbang
Hanya terus teriakkan
Apa yang orang lain tak mau dengar
Saat itu adalah
Sebuah titik dalam sejarah
Yang akan ku kenang dengan indah
Di bawah langit bumi membentang megah
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s