Tertinggalkan

Mas, aku sudah berdoa, Tuhan pasti dengar. Dan sebelum aku mengadu resah, Tuhan sudah pasti tau. Satu satunya kekuatan kita adalah : percaya kepada-Nya Jam 2 siang, sudah menjadi kebiasaan baru suami ku duduk di kursi di teras rumah, bersama radio kesayangannya. Tatapannya kosong, kopi panas yang ku suguhkan sedari pagi masih setengah gelas. Hisapan…

Ustadz Desa di Masjid Kota

Salihun, Takmir Masjid Kota Ramai Besar sedang kelabakan. Tergopoh gopoh menuju sepeda motornya yang kencling. Dia baru saja mendapat kabar melalui grup WA Takmir Masjid Kota Ramai besar jikalau ustadz yang seharusnya mengisi Kultum sholat Tarawih nanti malam tak dapat hadir karena sedang tidak enak badan. Jam tangan mengkilapnya sudah tidak lagi enak dipandang. Jarum…

Simul Rakyat Rendahan (Part 2)

Baca Dulu Part 1, klik disini Di hadapan feodalisme, tahta saling bertumpang tindih. Yang berada ditengah, ia menginjak dan juga di injak. Kepala kampung memasuki pendopo. Begitu memasuki ruangan, seakan telapak kaki nya sudah tak mampu menapak lagi. Ia bersimpuh berjalan merangkak, seperti bayi kurang gizi. Bahkan kepala kampung yang berusia lebih tua melakukan hal…

Simul Rakyat Rendahan

Yang dimiliki seorang pemuda adalah semangat, tekad, dan keberanian. Jika ketiga unsur itu hilang, lenyaplah panji panji perjuangan Simul adalah rakyat rendahan. Bapaknya seorang buruh gendong di pasar. Pekerjaan nya menggendong barang belanjaan milik para priayi dan para pembesar lainnya. Padahal sewaktu kecil, Simul jarang – jarang digendong bapaknya. Padahal lagi, bapak nya Simul tak…

Daftar Kontak

Simul mempunyai seorang kawan, yang sesama kuli bangunan, bernama Tarman. Tarman mengidap penyakit alzhemeir alias sering lupa alias pikun di usia muda. Padahal ia belum sempat menikah. Tapi Tarman pernah memiliki seorang kekasih. Ketika ia dan kekasih nya sedang berkencan untuk pertama kalinya, mereka pergi ke pasar malam. Namun sial, setelah memutuskan untuk memasuki wahana…

Simul Sedang Menjadi Kuli Bangunan

Simul sedang menjadi kuli bangunan. Ia tidur dan tinggal di dalam rumah yang sedang ia kerjakan. Dengan tembok bambu yang menyekat ruangan besar yang belum jadi itu menjadi seukuran 3 x 3 meter. Lampu hanya menyala di dalam nya, sehingga menyisakan gelap di penjuru ruangan besar diluar nya. Lalu saat malam tiba kawan nya berkata,…

Terlunta (Eposide ke 3)

Baca dulu : Episode 1, Episode 2 Adzan maghrib sedang berkumandang. Menggema-gema ke segala penjuru Desa Parikesit. Akan tetapi matahari masih saja menyinari langit. Malah lebih indah lagi dari siang panas yang dilalui Sarti dan Karmin si bayi mungil tadi. Sinar jingga kemerahan mewarnai langit, berpadu dengan segumpal awan mendung yang hitam, menggambarkan lukisan megah…

Melihat dan Merasakan

Melihat tukang becak di tengah kemacetan kota, di klakson pengendara motor yang merasa sedikit lebih kaya, Simul ingat paman nya di desa. Melihat kuli bangunan sedang mengaduk semen untuk pembangunan hotel yang tak mampu ia inapi, Simul ingat sepupu nya. Melihat pengamen yang bernyanyi dengan anak nya di warung warung yang bersandar pada emperan toko…

Kesederhanaan Simul

            Andai kata Simul tak bisa memainkan gitar, entah seberapa sepi menjadi hidup nya. Ia kerap kali sendiri, kerap kali menyendiri. Hati nya sering terluka, dan tak banyak yang tau ini. Simul merasa dirinya harus mampu menjadi tiang bendera di tanah lapang, yang berdiri tegak membentangkan sang saka, diantara ratusan manusia yang sedang khawatir kalau…

Narimo Ing Pandum

            Salah satu pedoman hidup orang Jawa, ialah Narimo Ing Pandum (menerima pembagian). Bukan pembagian jatah beras untuk keluarga miskin dan segala bentuk sumbangan sumbangan lain nya. Tapi ini merupakan kepasrahan hati yang sepenuh penuh nya, atas apa yang terjadi dalam hidup yang di jalani. Pasrah bahwa segala gala nya adalah kehendak Allah Gusti Pangeran….

Asal Usul Pikiran Simul

            Kisah Simul, hingga menjadi seorang yang sederhana dan merakyat seperti sekarang ini, tidak didapat dari pertapaannya di dalam Goa Slarong. Tidak juga dari renungannya selama tujuh harmal suntuk. Atau pun dari pemandiannya di pantai selatan pada malam Jumat Kliwon saat bulan purnama. Itu semua berasal dari faktor faktor kecil kehidupan nya, yang menerpa halus…