Sebentar Saja

Tuhan Tengoklah sebentar Melalui atap rumbiaku Menembus sela-selanya Hingga nampak tengadahku Aku jauh dari hingar Orang-orang bergumam Yang sedang kongkalikong Aku jauh dari hingar Orang-orang berteriak setuju Pada pidato tanpa jiwa Aku jauh dari hingar Orang-orang yang terhimpit Penindasan penguasa Tuhan Dengarlah sebentar Suara hatiku Yang melayang Berbisik pelan Melalui sela-sela rumbiaku Tuhan Sang Maha…

Kutinggalkan Resahku

Pada lagu Jesse, milik Joan Baez Tinta-tinta puisi ini ku alirkan Menititpkan resah Pada angin-angin Yang mengalun mesra Menyiurkan dedaunan kelapa Di tepi pantai selatan Menghembus riang Medaki bukit Mengusap ujung cemara Mengganggu tidurnya burung cinta Di sore yang masih jauh dari senja Dari pucuk cemara Menghindari halang-halang dedaunan Ku pandang senyummu yang sayu Berkelindan…

Saat Musim Kemarau Berangkat Pulang

Waktu itu hujan begitu deras. Aku dan Juf terjebak pada sebuah warung tenda, di depan stasiun. Benar benar deras hujan kala itu, sampai aku berkata pada Juf : “Aku yakin di atas sana, dari balik mendung ini, Tuhan sedang berbahagia”. Itu adalah hujan pertama, setelah musim kemarau sedang berangkat pulang, entah ke mana. Dari balik…

Kedalaman Hati

Dan pada saat itu juga aku segera mafhum, terkadang ada sesuatu hal yang tak bisa kita kendalikan Ada saat nya aku ingin sendiri, menghirup angin malam, dan memenuhi dada ku yang penuh dengan keresahan. Hati manusia siapa yang tahu? Dan isi hati ku, siapa yang mau tahu? Ini bukan tentang cinta Ini tentang kasih sayang…

Harapkanlah Pada KU

Dan telah kutinggalkan segala keresahan, di kota tempat tinggal ku Sudah sedari pagi, angin berhembus kencang Datang jauh jauh dari Samudera Hindia nan maha luas Melalui pintu gerbang laut jawa Melewati Jogja dengan segala kenangan indah yang selalu ku bawa ke mana saja Mengusap padi padian yang terhampar Menjadi teras desa ku kini Meluruhkan butiran…

Sepeda Busuk, Kardus, dan Sapu Lidi

Harta benda miliknya yang pasti Ialah sepeda busuk, kardus, dan sapu lidi Mereka yang selalu mengikuti kemanapun ia pergi Mereka saja yang akan bersedih ketika ia mati Sementara itu nasi dan harapan Sekali saja tak pernah berani mengucap janji Akan berpihak padanya dalam hari hari Orang orang lalu lalang Berjalan terus kedepan Sekali saja tak…

AL

Puisi ku ini pelan pelan Seperti awan yang menyendat sinar rembulan Seperti bicara mu Puisi ku ini hangat Seperti cahya mentari yang membias embun Seperti senyum mu Puisi ku ini merah jingga Seperti milik senja Seperti bibir mu Puisi ku ini sederhana Seperti hati masyarakat desa Seperti perhatian mu Aku tak peduli Pada sajak sajak…

Perjalanan Pulang

Sepeda motor ku laju pelan Jam dua malam Garis jalan putus putus Seperti degub detak jantung ku Oh malam yang sunyi Tawa kelakar sahabat ku Masih singgah ditelinga Canda tawa tak tau arah Lampu lampu jalan merenung sendiri Menyibak kegelapan Bersinar kemuning Layak nya senja yang masih kecil Anak anak muda Bermain gitar Mengusik kesunyian…

Gerbong Kereta Depan

Kau terbelenggu dalam gerbong kereta Bersama orang orang diam tanpa jiwa Menunduk Dan kau hanya menatap keluar jendela Kebisuan bertahta didalamnya Kau terjebak dalam kesombongan nya Tak peduli orang orang harus berhenti Tak peduli sawah sawah Pak Tani Tak peduli gubuk gubuk bergandeng lesu Tak peduli kabel listrik berjuntaian Tak peduli jembatan yang sendiri Kau…

Suara Tuan Tuan

Hei rakyat rendahan Kebahagian mu ku tentukan dari balik meja Kau tak berdaya Angka angka ku hitung Agar banyak yang masuk aku punya kantung Hei rakyat kecil Aku tak sudi selangkah pun Membuat telapak kaki ku menginjak tanah mu Tangis anak istri mu Tak bakal terhembus daun telinga ku Hei rakyat tulang belulang Perut mu…

Gitar Tua

Seribu jari telah memetik Benang mu yang tak lagi angkuh Bergetar Berirama Ku sandingkan pada bahu Ku nyanyikan di depan warung Di depan pintu gerbang Di lampu merah Di pasar Di alun alun kota Di ketidakpedulian Di kesepian Menghibur diri sendiri Di bawah temaram setengah bulan purnama Pada rindang pohon yang menghalangi sinarnya Kunyanyikan lagu…

Hampa

Angin sejuk Merasuk hati Diam Jangan terburu membaca Rasakanlah sayang Angin sejuk Merasuk hati Dingin Damai Luas Pelan pelan sayang Rasakan Segala resah Ku labuhkan pada sungai Terseret arus Tergerus Hanyut Aku sedang ingin tidak memikirkan apapun Kecuali wajah mu Sayang Tiba tiba aku hampa picture