Harapkanlah Pada KU

Dan telah kutinggalkan segala keresahan, di kota tempat tinggal ku Sudah sedari pagi, angin berhembus kencang Datang jauh jauh dari Samudera Hindia nan maha luas Melalui pintu gerbang laut jawa Melewati Jogja dengan segala kenangan indah yang selalu ku bawa ke mana saja Mengusap padi padian yang terhampar Menjadi teras desa ku kini Meluruhkan butiran…

Tertinggalkan

Mas, aku sudah berdoa, Tuhan pasti dengar. Dan sebelum aku mengadu resah, Tuhan sudah pasti tau. Satu satunya kekuatan kita adalah : percaya kepada-Nya Jam 2 siang, sudah menjadi kebiasaan baru suami ku duduk di kursi di teras rumah, bersama radio kesayangannya. Tatapannya kosong, kopi panas yang ku suguhkan sedari pagi masih setengah gelas. Hisapan…

Sepeda Busuk, Kardus, dan Sapu Lidi

Harta benda miliknya yang pasti Ialah sepeda busuk, kardus, dan sapu lidi Mereka yang selalu mengikuti kemanapun ia pergi Mereka saja yang akan bersedih ketika ia mati Sementara itu nasi dan harapan Sekali saja tak pernah berani mengucap janji Akan berpihak padanya dalam hari hari Orang orang lalu lalang Berjalan terus kedepan Sekali saja tak…

Ustadz Desa di Masjid Kota

Salihun, Takmir Masjid Kota Ramai Besar sedang kelabakan. Tergopoh gopoh menuju sepeda motornya yang kencling. Dia baru saja mendapat kabar melalui grup WA Takmir Masjid Kota Ramai besar jikalau ustadz yang seharusnya mengisi Kultum sholat Tarawih nanti malam tak dapat hadir karena sedang tidak enak badan. Jam tangan mengkilapnya sudah tidak lagi enak dipandang. Jarum…

AL

Puisi ku ini pelan pelan Seperti awan yang menyendat sinar rembulan Seperti bicara mu Puisi ku ini hangat Seperti cahya mentari yang membias embun Seperti senyum mu Puisi ku ini merah jingga Seperti milik senja Seperti bibir mu Puisi ku ini sederhana Seperti hati masyarakat desa Seperti perhatian mu Aku tak peduli Pada sajak sajak…

Simul Rakyat Rendahan (Part 2)

Baca Dulu Part 1, klik disini Di hadapan feodalisme, tahta saling bertumpang tindih. Yang berada ditengah, ia menginjak dan juga di injak. Kepala kampung memasuki pendopo. Begitu memasuki ruangan, seakan telapak kaki nya sudah tak mampu menapak lagi. Ia bersimpuh berjalan merangkak, seperti bayi kurang gizi. Bahkan kepala kampung yang berusia lebih tua melakukan hal…

Simul Rakyat Rendahan

Yang dimiliki seorang pemuda adalah semangat, tekad, dan keberanian. Jika ketiga unsur itu hilang, lenyaplah panji panji perjuangan Simul adalah rakyat rendahan. Bapaknya seorang buruh gendong di pasar. Pekerjaan nya menggendong barang belanjaan milik para priayi dan para pembesar lainnya. Padahal sewaktu kecil, Simul jarang – jarang digendong bapaknya. Padahal lagi, bapak nya Simul tak…

Perjalanan Pulang

Sepeda motor ku laju pelan Jam dua malam Garis jalan putus putus Seperti degub detak jantung ku Oh malam yang sunyi Tawa kelakar sahabat ku Masih singgah ditelinga Canda tawa tak tau arah Lampu lampu jalan merenung sendiri Menyibak kegelapan Bersinar kemuning Layak nya senja yang masih kecil Anak anak muda Bermain gitar Mengusik kesunyian…

Gerbong Kereta Depan

Kau terbelenggu dalam gerbong kereta Bersama orang orang diam tanpa jiwa Menunduk Dan kau hanya menatap keluar jendela Kebisuan bertahta didalamnya Kau terjebak dalam kesombongan nya Tak peduli orang orang harus berhenti Tak peduli sawah sawah Pak Tani Tak peduli gubuk gubuk bergandeng lesu Tak peduli kabel listrik berjuntaian Tak peduli jembatan yang sendiri Kau…

Suara Tuan Tuan

Hei rakyat rendahan Kebahagian mu ku tentukan dari balik meja Kau tak berdaya Angka angka ku hitung Agar banyak yang masuk aku punya kantung Hei rakyat kecil Aku tak sudi selangkah pun Membuat telapak kaki ku menginjak tanah mu Tangis anak istri mu Tak bakal terhembus daun telinga ku Hei rakyat tulang belulang Perut mu…

Gitar Tua

Seribu jari telah memetik Benang mu yang tak lagi angkuh Bergetar Berirama Ku sandingkan pada bahu Ku nyanyikan di depan warung Di depan pintu gerbang Di lampu merah Di pasar Di alun alun kota Di ketidakpedulian Di kesepian Menghibur diri sendiri Di bawah temaram setengah bulan purnama Pada rindang pohon yang menghalangi sinarnya Kunyanyikan lagu…

Hampa

Angin sejuk Merasuk hati Diam Jangan terburu membaca Rasakanlah sayang Angin sejuk Merasuk hati Dingin Damai Luas Pelan pelan sayang Rasakan Segala resah Ku labuhkan pada sungai Terseret arus Tergerus Hanyut Aku sedang ingin tidak memikirkan apapun Kecuali wajah mu Sayang Tiba tiba aku hampa picture