Ustadz Desa di Masjid Kota

Salihun, Takmir Masjid Kota Ramai Besar sedang kelabakan. Tergopoh gopoh menuju sepeda motornya yang kencling. Dia baru saja mendapat kabar melalui grup WA Takmir Masjid Kota Ramai besar jikalau ustadz yang seharusnya mengisi Kultum sholat Tarawih nanti malam tak dapat hadir karena sedang tidak enak badan. Jam tangan mengkilapnya sudah tidak lagi enak dipandang. Jarum…

AL

Puisi ku ini pelan pelan Seperti awan yang menyendat sinar rembulan Seperti bicara mu Puisi ku ini hangat Seperti cahya mentari yang membias embun Seperti senyum mu Puisi ku ini merah jingga Seperti milik senja Seperti bibir mu Puisi ku ini sederhana Seperti hati masyarakat desa Seperti perhatian mu Aku tak peduli Pada sajak sajak…

Simul Rakyat Rendahan (Part 2)

Baca Dulu Part 1, klik disini Di hadapan feodalisme, tahta saling bertumpang tindih. Yang berada ditengah, ia menginjak dan juga di injak. Kepala kampung memasuki pendopo. Begitu memasuki ruangan, seakan telapak kaki nya sudah tak mampu menapak lagi. Ia bersimpuh berjalan merangkak, seperti bayi kurang gizi. Bahkan kepala kampung yang berusia lebih tua melakukan hal…

Simul Rakyat Rendahan

Yang dimiliki seorang pemuda adalah semangat, tekad, dan keberanian. Jika ketiga unsur itu hilang, lenyaplah panji panji perjuangan Simul adalah rakyat rendahan. Bapaknya seorang buruh gendong di pasar. Pekerjaan nya menggendong barang belanjaan milik para priayi dan para pembesar lainnya. Padahal sewaktu kecil, Simul jarang – jarang digendong bapaknya. Padahal lagi, bapak nya Simul tak…

Perjalanan Pulang

Sepeda motor ku laju pelan Jam dua malam Garis jalan putus putus Seperti degub detak jantung ku Oh malam yang sunyi Tawa kelakar sahabat ku Masih singgah ditelinga Canda tawa tak tau arah Lampu lampu jalan merenung sendiri Menyibak kegelapan Bersinar kemuning Layak nya senja yang masih kecil Anak anak muda Bermain gitar Mengusik kesunyian…

Gerbong Kereta Depan

Kau terbelenggu dalam gerbong kereta Bersama orang orang diam tanpa jiwa Menunduk Dan kau hanya menatap keluar jendela Kebisuan bertahta didalamnya Kau terjebak dalam kesombongan nya Tak peduli orang orang harus berhenti Tak peduli sawah sawah Pak Tani Tak peduli gubuk gubuk bergandeng lesu Tak peduli kabel listrik berjuntaian Tak peduli jembatan yang sendiri Kau…

Suara Tuan Tuan

Hei rakyat rendahan Kebahagian mu ku tentukan dari balik meja Kau tak berdaya Angka angka ku hitung Agar banyak yang masuk aku punya kantung Hei rakyat kecil Aku tak sudi selangkah pun Membuat telapak kaki ku menginjak tanah mu Tangis anak istri mu Tak bakal terhembus daun telinga ku Hei rakyat tulang belulang Perut mu…

Gitar Tua

Seribu jari telah memetik Benang mu yang tak lagi angkuh Bergetar Berirama Ku sandingkan pada bahu Ku nyanyikan di depan warung Di depan pintu gerbang Di lampu merah Di pasar Di alun alun kota Di ketidakpedulian Di kesepian Menghibur diri sendiri Di bawah temaram setengah bulan purnama Pada rindang pohon yang menghalangi sinarnya Kunyanyikan lagu…

Hampa

Angin sejuk Merasuk hati Diam Jangan terburu membaca Rasakanlah sayang Angin sejuk Merasuk hati Dingin Damai Luas Pelan pelan sayang Rasakan Segala resah Ku labuhkan pada sungai Terseret arus Tergerus Hanyut Aku sedang ingin tidak memikirkan apapun Kecuali wajah mu Sayang Tiba tiba aku hampa picture

Apa Kabar Suara Hati ?

Aku berpuisi tentang kehidupan Kau bilang : kerjakan saja tugas kuliah mu ! Padahal saat kau mengerjakan tugas kuliah, aku tak pernah meminta mu berpuisi   Aku demo untuk tanah petani yang tergusur Kau bilang : selesaikan saja skripsi mu ! Padahal saat kau menyelesaikan skripsi, aku tak pernah meminta mu demo   Aku diskusi…

Daftar Kontak

Simul mempunyai seorang kawan, yang sesama kuli bangunan, bernama Tarman. Tarman mengidap penyakit alzhemeir alias sering lupa alias pikun di usia muda. Padahal ia belum sempat menikah. Tapi Tarman pernah memiliki seorang kekasih. Ketika ia dan kekasih nya sedang berkencan untuk pertama kalinya, mereka pergi ke pasar malam. Namun sial, setelah memutuskan untuk memasuki wahana…

Media (anti) Sosial

Membuat ku bingung Ini bukan puisi lho ya Jadi tak bakal puitis Ini kenyataan   Hari ini kalau kau buka media sosial Nelangsa hati mu jadinya Orang yang salah berargumen Di debat Di damprat Di semprot dengan ludah yang keluar saat berteriak koar koar Toots keyboard pada mencelat pantang perintang Layar hape touch screen retak…